Pemerhati Pangan Kepri PS Ungkap Skema Licik Mafia Beras, Dugaan Anak Bos Rokok di Balik Layar
Foto: Ilustrasi (net)
RAKYATKEPRI – Skandal peredaran beras ilegal di Provinsi Kepri perlahan menyeruak ke permukaan. Di balik sunyinya pergerakan barang, terungkap praktik kejahatan ekonomi yang diduga dikendalikan oleh pengusaha muda berinisial BJ, yang tak lain adalah anak dari AK, pemilik perusahaan rokok ternama di Batam.
Sebelumnya Kementerian Pertanian melalui Menteri Andi Amran Sulaiman menyoroti keberadaan mafia pangan yang masih menjadi ancaman serius terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami menemukan oknum-oknum yang memanipulasi data pasokan. Ini sedang kami tindak melalui Satgas Pangan,” ujar Amran saat kunjungan kerja di Makassar, Jumat (6/6).
Pernyataan tersebut memperkuat temuan di Batam yang menyebutkan adanya jaringan perdagangan beras ilegal yang telah berlangsung secara sistematis dan terselubung.
PS: Ini Kejahatan Ekonomi, Negara Dirugikan Miliaran
Pemerhati Pangan Kepri, PS, menegaskan bahwa peredaran beras ilegal ini bukan hanya pelanggaran administratif, melainkan bentuk kejahatan ekonomi yang merugikan negara Miliaran Rupiah dan mengancam stabilitas harga pangan.
“Informasi yang saya terima di lapangan menyebutkan dugaan keterlibatan aktor kuat dalam jaringan ini yaitu BJ adalah pemain baru, tapi punya pengaruh besar. Ia disebut memanfaatkan celah hukum dan kekuatan modal untuk mengatur arus masuk beras ilegal,” ujar PS.
Dugaan terhadap BJ diduga tidak bergerak sendiri. Jaringan ini bahkan disebut memiliki koneksi hingga ke tubuh BULOG. Mereka mengatur penyelundupan mulai dari jalur laut, bongkar muat tersembunyi, hingga distribusi darat tanpa jejak dokumen resmi.
“Beras-beras itu didatangkan melalui pelabuhan tidak resmi, dibongkar di gudang tersembunyi di kawasan Kartika Pantai Stress, Batu Ampar, lalu dipindahkan ke Batu Merah dan didistribusikan lewat pelabuhan tikus ke sejumlah daerah di Indonesia. Negara kehilangan potensi pendapatan dari pajak hingga miliaran rupiah,” ungkap PS.
Nama Besar Sang Ayah Bayangi Skandal
PS juga menyoroti latar belakang BJ yang disebut sebagai anak dari AK, bos besar perusahaan rokok PT Adhi Mukti Persada, produsen merek H\&D, MBS, dan OFO.
Apa yang sedang terjadi di Batam bukan hanya soal beras. Ini adalah potret dari dugaan kejahatan terorganisir, katanya, yang melibatkan kekuatan ekonomi, celah hukum, dan kemungkinan pembiaran oleh oknum.
Kasus ini menjadi ujian bagi KPK, Bea Cukai, Kejaksaan, hingga Polri. Masyarakat menanti tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif. Jika benar negara berpihak kepada rakyat kecil, maka inilah saatnya membongkar habis jejaring mafia yang merusak dari dalam.
“Negara tak boleh kalah. Mafia pangan di Kepri adalah pengkhianat ekonomi bangsa. Tangkap dan adili mereka,” tegas PS.
Sambung PS, dugaan kasus ini akan terus kami pantau. Tim investigasi kami juga tengah menelusuri lebih jauh alur distribusi, peran pejabat yang terlibat, serta kemungkinan pencucian uang yang mengalir dari bisnis pangan gelap ini. (Tim)
